untitled

Image

Aku tidak pernah merasakan karpet ini begitu lembut,

dan selimut ini tampaknya lebih nyaman dipakai sendiri.

 

Pohon segar yang kita tanam, tampaknya mulai penyakitan.

Air ku dan air mu berbeda, kalau dicampur akan membuat pohon itu mati.

Apa gunanya pohon mati? Rantingnya hanya bisa dibakar untuk menghangatkan rumah orang lain.

Pohon milik kita tak lagi berrumah.

Hanya bisa dibalut selimut.

 

Pernahkah kau merasa lelah memberi makan?

Aku sedang merasakannya.

Biarkan dia mati muda, agar tak merepotkan.

Selimutku masih bersedia menutupi jasadnya.

 

Anak muda itu rambutnya rontok.

Apa karena Tuhan yang menghendaki?

Itu salahnya, anak muda itu memang selalu menyisir rambutnya dengan kasar.

Rambutnya yang kini pitak dilindungi oleh selimut.

 

Selimut berujar, bahwa dia lelah membalut pohon, menutup jasad, dan melindungi pitak.

Sangat lelah.

Tak bisakah selimut itu berfungsi sewajarnya?

Untuk menghangatkan hati, yang lelah, dan berkerut..

 

Sudahi semua pohon, jasad, dan pitak.

Biarkan mereka menemui hilirnya masing-masing.

 

Kau tahu, bahwa selimut pun memiliki usia?

Biarkan ia menghabiskan masa tuanya dengan memeluk tubuhku.

Tubuhku sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s